Senyum adalah pancaran kebahagian dari hati seseorang yang menebarkan pesona dan mewarnai sekitarnya dengan warna keindaha. senyum adalah lambang persaudaraan, persahabatan, kebahagian, kasih sayang, perhatian dan apresiasi. simpulan senyuman menandakan bahwa seseorang telah menerima dengan terbuka akan orang lain. oleh karena itu, sebuah senyuman akan selalu dijadikan salah satu indikator dalam menentukan nilai positif seseorang.
Mengingat pentingnya sebuah senyuman, tidak lah mengherankan jika kemudianagama dan pengetahuan bersatu padu dalam menyuarakan anjuran untuk bersenyum, padahal, agama dan pengetahuan adalah dua hal yang sering bertentangan, terlepas apakah pertentagan itu karena perbuatan seolah-olah atau tidak. dalam agama, senyum adalah salah satu bentuk shadakah, sedangkan dalam perspektif pengetahuan, senyum dapat menyehatkan diri sendiri dan orang lain.
segala sesuatu dapat berubah dandiubah, begitu juga dengan senyuman. senyum yang pada mulanya termasuk perilaku yang menyimbolkan nilai positif mulai bergeser atau digeserkan. Sehingga senyuman kerap berfungsi untuk menyimbolkan perilaku yang seolah-olah positif. Padahal, dibalik topeng senyumannya terdapat kumpulan rahasia yang nilainya tak terdeteksi, negatifkah atau positif.
Itulah yang dinamakan senyuman munafik. Simpulan senyum kepura-puraan yang dipaksakan dengan tujuan mengalihkan dari realita yang sebenarnya atau eskapisme terhadap realita.
Senyum munafik bisa datang dari siapa saja, orang asing, rang-orang terdekat atau orang kepercayaan. Bahkan pribadi kita pun kerap melakukannya, baik secara sadar atau tidak.
senyuman munafik biasanya memiliki motif-motif tertentu, ingin memanfaatkan atau mengambil manfaat, biasanya pelaku adalah orang asing; sebagai simbol penghargaan tetapi yang dipaksakan, dilakukan oleh sahabat; karena menyembunyikan sesuatu alias berbohong, baik kebohongan yang bertujuan positif maupun negatif, biasanya dilakukan oleh orang kepercayaan.
Senyum munafik tidak mendatangkan ketenanagan, melainkan kecurigaan dan tanda tanya. Sebagai refleksi, bagaimana dengan simpulan senyuman kita?
sekian lama tak bertemuterpisahkan oleh ruang dan waktu
dengan taksiran yang tak tentu
telah membuatku meragu
masihkah kau mengenal diriku???
dalam kesendirianku
bayangmu selalu racuni memoriku
membuatku selalu teringat romantika masa lalu
akhirnya datang jugamasaku kembali ke ruangmu
ku ketuk pintu rasamu
sembari ku sentuh dengan suaraku
sepi sunyi..
bisikmu getarkan hatiku “lho kamu siapa?”
