Senyuman Munafik

Posted: February 24, 2010 in iseng

Senyum adalah pancaran kebahagian dari hati seseorang yang menebarkan pesona dan mewarnai sekitarnya dengan warna keindaha. senyum adalah lambang persaudaraan, persahabatan, kebahagian, kasih sayang, perhatian dan apresiasi. simpulan senyuman menandakan bahwa seseorang telah menerima dengan terbuka akan orang lain. oleh karena itu, sebuah senyuman akan selalu dijadikan salah satu indikator dalam menentukan nilai positif seseorang.

Mengingat pentingnya sebuah senyuman, tidak lah mengherankan jika kemudianagama dan pengetahuan bersatu padu dalam menyuarakan anjuran untuk bersenyum,  padahal, agama dan pengetahuan adalah dua hal yang sering bertentangan, terlepas apakah pertentagan itu karena perbuatan seolah-olah atau tidak. dalam agama, senyum adalah salah satu bentuk shadakah, sedangkan dalam perspektif pengetahuan, senyum dapat menyehatkan diri sendiri dan orang lain.

segala sesuatu dapat berubah dandiubah, begitu juga dengan senyuman. senyum yang pada mulanya termasuk perilaku yang menyimbolkan nilai positif mulai bergeser atau digeserkan. Sehingga senyuman kerap berfungsi untuk menyimbolkan perilaku yang seolah-olah positif. Padahal, dibalik topeng senyumannya terdapat  kumpulan rahasia yang nilainya tak terdeteksi, negatifkah atau positif.

Itulah yang dinamakan senyuman munafik. Simpulan senyum kepura-puraan yang dipaksakan dengan tujuan mengalihkan dari realita yang sebenarnya atau eskapisme terhadap realita.

Senyum munafik bisa datang dari siapa saja, orang asing, rang-orang terdekat atau orang kepercayaan. Bahkan pribadi kita pun kerap melakukannya, baik secara sadar atau tidak.

senyuman munafik biasanya memiliki motif-motif tertentu, ingin memanfaatkan atau mengambil manfaat, biasanya pelaku adalah orang asing; sebagai simbol penghargaan tetapi yang dipaksakan, dilakukan oleh sahabat; karena menyembunyikan sesuatu alias berbohong, baik kebohongan yang bertujuan positif maupun negatif, biasanya dilakukan oleh orang kepercayaan.

Senyum munafik tidak mendatangkan ketenanagan, melainkan kecurigaan dan tanda tanya. Sebagai refleksi, bagaimana dengan simpulan senyuman kita?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s